Pameran pertahanan maritim DIMDEX 2026 di Doha menjadi magnet perhatian dunia, terutama setelah kapal induk helikopter milik Angkatan Laut Qatar tampil sebagai primadona utama ajang tersebut. Kapal bernama Al Fulk itu tidak hanya dipamerkan sebagai alutsista, tetapi juga sebagai simbol lonjakan kemampuan militer Qatar di kawasan Teluk.
Sejak hari pertama DIMDEX, Al Fulk menjadi pusat kunjungan delegasi militer asing, analis pertahanan, dan media internasional. Ukurannya yang besar, desain modern, serta peran strategisnya menjadikan kapal ini sorotan utama di antara deretan kapal perang lain yang hadir.
Kapal ini dibangun oleh perusahaan galangan kapal ternama Italia, Fincantieri. Desainnya merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari kelas San Giorgio milik Angkatan Laut Italia, dengan konfigurasi yang menyerupai kapal amfibi Aljazair, Kalaat Béni Abbès, namun dengan sistem dan misi yang disesuaikan kebutuhan Qatar.
Dengan panjang 143 meter dan lebar 21,5 meter, Al Fulk tergolong kapal besar untuk standar kawasan Teluk. Dimensi tersebut memberinya kapasitas angkut personel, kendaraan, dan perlengkapan militer dalam jumlah signifikan, sekaligus tetap lincah untuk operasi di perairan sempit.
Salah satu daya tarik utama kapal ini adalah dek penerbangan kontinu yang membentang dari haluan hingga buritan. Dek tersebut memiliki dua titik pendaratan helikopter, memungkinkan operasi udara berlangsung secara simultan dan berkesinambungan.
Kemampuan ini menjadikan Al Fulk berfungsi layaknya kapal induk mini, terutama untuk misi dukungan udara, evakuasi medis, dan operasi amfibi. Dalam konteks konflik modern, fleksibilitas semacam ini dinilai sangat krusial.
Namun peran Al Fulk tidak berhenti sebagai kapal angkut amfibi. Qatar juga membekali kapal ini dengan peran pertahanan rudal balistik, sebuah kemampuan yang jarang dimiliki kapal sekelasnya di kawasan Timur Tengah.
Kemampuan tersebut mempertegas arah kebijakan pertahanan Qatar yang menekankan perlindungan berlapis, terutama menghadapi ancaman udara dan rudal jarak jauh. Dengan kata lain, Al Fulk dirancang bukan hanya untuk proyeksi kekuatan, tetapi juga sebagai perisai strategis.
Di DIMDEX, pejabat pertahanan Qatar menekankan bahwa kapal ini adalah hasil dari strategi jangka panjang modernisasi angkatan laut. Qatar ingin memastikan kemampuan operasional maritimnya sejalan dengan dinamika keamanan kawasan dan jalur pelayaran internasional.
Ajang DIMDEX 2026 sendiri semakin bernuansa geopolitik dengan hadirnya delegasi tingkat tinggi dari berbagai negara. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Menteri Pertahanan Somalia Ahmed Moalim Fiqi di Doha.
Fiqi hadir bersama Kepala Staf Angkatan Bersenjata Somalia Jenderal Odowaa Yusuf Rage dan Komandan Angkatan Laut Somalia. Kehadiran mereka di pameran ini memicu spekulasi luas mengenai arah baru kerja sama pertahanan Somalia.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa selama kunjungan tersebut, Somalia dan Qatar berpeluang menandatangani pakta pertahanan baru. Fokus utama kerja sama ini diduga menyangkut keamanan maritim dan penguatan institusi keamanan nasional Somalia.
Isu ini menjadi signifikan karena muncul setelah Somalia menangguhkan sejumlah perjanjian keamanan dengan Uni Emirat Arab. Qatar pun dinilai melihat peluang untuk memperkuat pengaruhnya di Tanduk Afrika.
Dalam konteks inilah, keberadaan Al Fulk di DIMDEX memiliki makna simbolik. Kapal tersebut menjadi representasi kesiapan Qatar untuk berperan lebih aktif dalam kerja sama keamanan regional dan lintas kawasan.
Bagi delegasi negara berkembang seperti Somalia, kemampuan kapal seperti Al Fulk memberikan gambaran konkret tentang model kekuatan maritim modern. Tidak hanya soal senjata, tetapi juga integrasi fungsi militer dan non-militer.
Analis pertahanan menilai, Al Fulk juga dirancang untuk misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Kapasitas angkut besar dan fasilitas medis di atas kapal menjadi nilai tambah yang signifikan.
Hal ini sejalan dengan diplomasi pertahanan Qatar yang kerap mengombinasikan kekuatan militer dengan pendekatan kemanusiaan. Kapal perang pun dijadikan instrumen soft power.
Selama pameran berlangsung, antrean pengunjung yang ingin melihat langsung Al Fulk nyaris tidak pernah surut. Banyak delegasi menganggap kapal ini sebagai salah satu platform paling seimbang antara fungsi tempur dan dukungan.
DIMDEX 2026 akhirnya menjadi panggung bagi Qatar untuk menegaskan posisinya sebagai kekuatan maritim yang diperhitungkan. Al Fulk tampil bukan sekadar kapal, melainkan simbol ambisi strategis negara kecil dengan visi besar di panggung pertahanan global.
Dengan kombinasi teknologi Eropa, kebutuhan regional, dan visi geopolitik, Al Fulk layak disebut sebagai bintang utama DIMDEX tahun ini. Keberadaannya menandai babak baru lanskap keamanan maritim di Timur Tengah dan sekitarnya.




0 komentar:
Posting Komentar